Perbandingan Qurban dengan Aqiqah serta Mana yang Wajib Didahulukan

Menjelang hari raya Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada 31 Juli 2020, ibadah kurban terkadang memantik persoalan sebagian orang. Misalnya, apabila terdapat orang yang belum diakikahkan orang tuanya, yang mana hendaknya didahulukan: berakikah buat dirinya ataupun menyembelih hewan buat kurban? Secara universal, kurban serta akikah bersama dilaksanakan dengan menyembelih hewan. Tetapi, masalah akikah sendiri, pada muasalnya, ditekankan kepada orang tua, bukan anak, paling utama pada balita yang baru lahir, spesialnya hari ketujuh selepas persalinan. Anjuran akikah tergambar dalam hadis Rasulullah SAW berikut:مَعَالغُلاَمِعَقِيقَةٌ” Aqiqah menyertai lahirnya seseorang balita,”( H. R. Bukhari).

Tetapi, syarat akikah ini tidak cuma terlepas kala anak berumur 7 hari, melainkan diberi kelonggaran pengerjaannya kepada orang tua sampai anak hingga umur balig. Buat anak yang belum diakikahkan sampai selepas dia hingga usia balig, kesunahan akikah jatuh pada dirinya sendiri, demikian sebagaimana dikutip NU Online. Oleh sebab itu, seseorang anak yang telah berusia ataupun sudah akil balig senantiasa diajarkan berakikah buat dirinya sendiri, bila belum diakikahkan pada masa kecilnya. Kemudian, gimana bila dia mau berkurban, namun belum berakikah? Saat sebelum mangulas jawaban atas persoalan tersebut, butuh dikenal perbandingan antara kurban serta akikah.

Berikut perbandingan kurban serta akikah sebagaimana dilansir dari halaman umm. ac. id serta sumber- sumber yang lain. 1. Pensyariatan Kurban serta Akikah Kurban disyariatkan bagaikan peringatan hendak ketaatan Nabi Ibrahim AS atas perintah menyembelih anaknya sendiri, Ismail AS. Sebab ketaatan Nabi Ibrahim itu, Allah SWT mengubah Ismail dengan seekor kambing. Syarat kurban kemudian disyariatkan kembali kepada umat Nabi Muhammad SAW, lewat ajaran Islam. Untuk umat Nabi Muhammad SAW, menyembelih hewan kurban pada dikala Idul Adha serta 3 hari tasyriq hukumnya merupakan sunah muakkadah ataupun sunah yang sangat diajarkan. Perintah kurban pula tertuang dalam al- Quran, Aqiqah Jakarta barat ialah dalam surah Al- Kautsar. Nabi Muhammad SAW tidak sempat meninggalkan ibadah kurban semenjak dia disyariatkan hingga dia meninggal.

Syarat kurban bagaikan sunnah muakkad dikukuhkan oleh komentar dari Imam Malik serta Imam Syafii. Hukum akikah pula sunah muakkad, namun jadi harus jika dinazarkan. Ada pula pensyariatan akikah buat menyongsong kelahiran balita, dasarnya merupakan hadis berikut ini.” Anak tergadai dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, diberi nama serta dicukur rambut kepalanya,”( H. R. Tirmidzi). 2. Tipe Hewan Kurban serta Akikah Kendati bersama disyariatkan menyembelih hewan, tidak seluruh hewan kurban boleh dijadikan buat akikah. Buat qurban Iduladha, hewan yang disyariatkan buat dikurbankan merupakan kambing, sapi, domba, unta, serta kerbau.

Hewan ternak yang hendak dikurbankan haruslah menggapai umur minimun yang telah diatur syariat Islam. Misalnya buat unta, minimun berusia 5 tahun serta sudah masuk tahun keenam. Sapi ataupun kerbau buat kurban minimun berusia 2 tahun serta sudah masuk tahun ketiga. Setelah itu, kambing kurban tipe domba ataupun biri- biri wajib berusia minimun satu tahun. Ada pula kambing kurban tipe domba dapat berusia minimun 6 bulan, bila yang berumur satu tahun susah ditemui. Sebaliknya kambing biasa( bukan domba/ biri- biri, misalnya kambing jawa) minimun umur telah satu tahun serta sudah masuk tahun kedua.

Setelah itu, hewan kurban pula tidak boleh dalam kondisi mengenaskan ataupun cacat. Misal, hewan buta salah satu matanya, ataupun hewan pincang salah satu kakinya, ataupun hewan sakit yang nampak jelas sehingga kurus serta dagingnya rusak, ataupun hewan sangat kurus, ataupun hewan yang terputus sebagian ataupun segala telinganya, ataupun hewan yang terputus sebagian ataupun segala ekornya. Sebaliknya buat akikah, hewan yang disembelih merupakan kambing. Ada pula persyaratannya sama dengan hewan kurban di atas. Buat mengukur umurnya, lumayan dilihat apakah dia telah berubah gigi ataupun belum.

Bila telah berubah gigi, hingga kambing layak disembelihkan buat akikah. 3. Waktu Penyembelihan Perbandingan selanjutnya merupakan dari waktu penyembelihannya. Akikah disunahkan buat dikerjakan, paling utama pada hari ketujuh usai kelahiran anak, dan boleh pula pada dikala waktu lain. Sebaliknya kurban dilaksanakan setahun sekali pada bertepatan pada 10, 11, 12, serta 13 Zulhijah. 4. Jumlah Hewan serta Penerapannya Dalam ibadah kurban, tidak dibatasi banyaknya hewan yang hendak dikurbankan. Sebaliknya, buat akikah, ada ketentuannya. Untuk kelahiran balita pria, diperintahkan menyembelih 2 ekor kambing. Sedangkan buat akikah kelahiran balita wanita, dicoba dengan menyembelih satu ekor kambing.

Setelah itu, dalam perihal jumlah penerapan, akikah disyariatkan sunah buat dicoba cuma sekali seumur hidup. Sedangkan ibadah kurban tidak dibatasi jumlah penerapannya. Sepanjang shohibul kurban( orang yang berkurban) sanggup serta mempunyai kelebihan harta, sunah menurutnya buat melakukan ibadah tahunan itu. Penegasan syarat kurban untuk orang yang sanggup ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW:” Benda siapa yang berkelapangan harta, tetapi tidak ingin berkurban, hingga jangan sekali- kali mendekati tempat salat kami,”( H. R. Ibnu Majah). Mana yang Wajib Didahulukan, Kurban ataupun Akikah? Gimana bila seorang ingin berkurban, tetapi belum berakikah? Mana yang wajib didahulukan antara kurban ataupun akikah?

Dalam postingan tanya- jawab bertajuk” Aqiqah ataupun Kurban Dahulu” yang ditulis oleh Maftukhan di NU Online, dinyatakan kalau pendahuluan antara akikah ataupun kurban butuh dilihat momentum serta situasinya. Apabila masa telah merambah bulan Zulhijah, dan menjelang hari raya Idul Adha serta hari- hari tasyrik hingga diutamakan buat mendahulukan kurban daripada akikah. Hendak namun, bila mau diniatkan buat pahala kedua- duanya hingga dapat menjajaki komentar Imam Ramli( al- Allamah Ar- Ramli), semacam sempat dituliskan oleh Syekh Nawawi al- Bantani dalam kitab al- Tausyih. B

ersumber pada komentar dari salah satu ulama besar di Mazhab Syafii itu, bila seorang bernazar menyembelih kambing buat kurban sekalian aqiqah, kedua- duanya bisa terealisasi. Bagi Imam Ramli, pahala yang hendak didapat dapat berlipat bila diniatkan keduanya. Hendak namun, komentar berbeda di informasikan Ibnu Hajar Al- Haitami. Perihal ini dirujuk dari kitab Itsmidil Ain yang diterbitkan Darul Fikr.”[Perkara] bila terdapat orang bernazar melaksanakan akikah serta kurban[secara bersamaan], tidak[akan] berbuah pahala kecuali cuma salah satunya saja bagi Imam Ibnu Hajar[Al- Haitami], serta[bisa] berbuah pahala kedua- duanya bagi Imam Ramli,”( Hlm. 127).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *