Metode Menulis Novel Cerita Anak Buat Pendatang baru Ini

Kita ketahui kalau saat ini kanak- kanak banyak mencari hiburan lewat internet. Kita sering takut kanak- kanak pula hendak menelan mentah- mentah data yang kurang baik di internet. Baiknya memanglah kanak- kanak menikmati konten yang cocok dengan jenis umurnya dengan medium lain, lewat novel contohnya. Sempatkah terpikirkan dalam benak kalian, gimana bila kalian yang menulis konten yang cocok dengan jenis umur kanak- kanak itu dalam wujud novel cerita anak? Bila ya, kemudian gimana triknya?

1. Tahu Siapa Targetmu

Kala kalian berpikir tentang ilham ceritamu, kira- kira berapa rentang usia kanak- kanak yang hendak membaca karyamu? Keahlian membaca kanak- kanak tumbuh dengan pesat. Buat itu, style penulisanmu wajib disesuaikan dengan kelompok usia yang khusus. Biar memudahkan gambaranmu, kalian bisa mengelompokannya bagaikan berikut:

Anak usia 2- 6 tahun

Anak usia 7- 11 tahun

Anak di atas 12 tahun

Kanak- kanak dengan usia 5 serta 6 tahun mungkin hendak membaca lebih banyak kata dibanding anak yang berusia 3 tahun. Ini ialah perihal yang butuh dipertimbangkan buat memastikan kapan kalian bisa memastikan jumlah foto serta kata di dalam bukumu. Banyak penulis yang berpikir kalau novel cerita anak karangannya bisa dibaca seluruh kanak- kanak, sementara itu tidak demikian.

2. Seleksi Tema yang Tepat

Aspek krusial yang lain merupakan pemilihan tema. Novel cerita anakmu butuh suatu tema yang bisa menarik atensi targetmu. Apa yang berarti buat mereka? Kalian wajib memastikan serta membayangkan apa yang terdapat di dalam benak mereka. Apa kesusahan yang terdapat di umur- umur mereka serta gimana penyelesaian yang baik. Jangan menulis dari perspektif orang berusia. Masuklah ke dalam benak kanak- kanak serta jangan berikan pemecahan yang rumit. Terus menjadi simpel terus menjadi baik. Dengan begitu, kanak- kanak bisa mengenali perkaranya secara visual sebaik tulisan naratif serta foto ilustrasimu.

3. Pengembangan Cerita merupakan Kunci

Seluruh penulis wajib bisa bawa perasaan pembacanya. Cerita wajib dibentuk naik serta turun biar tidak monoton. Jangan kira, kanak- kanak juga telah bisa merasakannya. Ceritakan saja apabila terdapat peristiwa pilu, apabila terdapat peristiwa marah, serta lain- lain sebab hal- hal itu ialah bagian dari hidup buku cerita anak muslim . Dengan terdapatnya bermacam berbagai emosi itu, kanak- kanak bisa lebih peka terhadap seluruh suasana.

Poin- poin berarti yang wajib diingat:

Permulaan yang halus

Mulai berjumpa masalah

Puncak masalah

Solusi

Resolusi

Permulaan wajib diawali dengan halus, jangan langsung memperlihatkan permasalahan besar. Perihal ini biar tidak mengagetkan anak. Setelah itu mulai berjumpa permasalahan. Yakinkan senantiasa logis, terdapat persoalan mengapa yang mendasarinya. Kemudian puncak permasalahan: gimana. Dilanjutkan dengan pemecahan, serta jangan kurang ingat resolusi ke depannya biar kanak- kanak merasakan kalau novel cerita anakmu bisa membagikan petuah baik tidak cuma dikala permasalahan terdapat, namun hal- hal baik yang butuh dicoba ke depannya.

4. Senantiasa Sampaikan dengan Lembut

Cuma sebab novel cerita anakmu memiliki pesan besar, bukan berarti pesanmu di informasikan dengan metode orang berusia. Cerita senantiasa wajib dinamis, maksudnya dia bisa mengaduk- aduk emosi pembacanya. Upayakan tidak mengantarkan pesan moralmu dengan gamblang.“ Jangan mencuri sebab mencuri tidak baik.” Kalimat tersebut terkesan menggurui serta gamblang. Buatlah cerminan yang lembut semacam,“ A mempunyai peluang buat mengambil duit B, namun A mengurungkan niatnya sebab B membutuhkannya buat bayaran penyembuhan ibunya.” Kalimat contoh tersebut membagikan cerminan empati serta imajinasi yang lebih luas kepada kanak- kanak.

5. Seimbangkan Kata serta Gambar

Sebab cerita anak merupakan cerita pendek, baiknya kalian sampaikan ceritamu dengan efisien. Seimbangkan kata serta foto buat jadi cerita yang bisa tingkatkan mutu novel cerita anakmu. Rata- rata novel cerita anak mempunyai kata sebanyak 50- 1000 kata. Penyusunan wajib pendek, padat, serta jelas. Jauhi pemakaian sebutan, kiasan, ataupun perkata lain yang konotatif. Foto juga wajib disesuaikan dengan tulisan. Foto ilustrasi yang baik disesuaikan dengan kata kerja utama yang jadi inti cerita. Misalnya adegan mencuri, hingga gambarlah adegan kala mencuri.

6.

Rileks, Siapkan Waktumu

Menulis novel cerita anak sangat tidak gampang. Ambil waktumu serta pikirkan baik- baik. Tulis dalam draf- draf ide- ide yang kalian pikirkan. Buatlah plot cerita yang baik yang kira- kira bisa di informasikan dengan efisien. Sehabis proses novel cerita anakmu diawali, koreksi lagi kembali. Menulis novel cerita anak bukan proses sekali jadi. Kalian wajib berjaga- jaga sebab kanak- kanak sangat kilat meresap data yang dikonsumsinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *